Tips Praktis dan Hemat Berwisata ke Dieng

posted on 26 Sep 2015 16:51 by klikgayahidupbaru
Jadi ceritanya sampeyan adalah seorang orang upahan di sebuah industri, rasanya kamu hendak berlibur ke suatu tempat yang indah. Eh, namun awak terganjal dengan saat libur yang seharga ada di Sabtu dan Minggu, target pakai jatah cuti cuma ada 12 hari selama setahun, itu pun 6 harinya udah kepotong buat lebaran. Atau kamu gak mampu jatah cuti sedikit pun sebab kamu trendi bekerja belum 12 bulan secara terus-menerus, karena berdasarkan UUK No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 ayat 2 huruf C menyatakan seharga Karyawan yang telah bekerja minimal 12 bulan yang otonom mendapat cuti tahunan 12 hari.

Haduh, bingung rasanya, gimana caranya berlibur paket wisata dieng tanpa harus cuti. Namun di artikel itu saya coba menganjurkan solusinya kawan. & destinasi yang beta sarankan pun demi indahnya, disana kau bisa melihat waduk, kawah, candi dan tak ketinggalan golden sunrise pun saja bisa ada miliki.



Banyak bus - bus dari Daerah khusus ibukota jakarta menuju Wonosobo namun sayangnya jam keberangkatannya itu masih saat saat jam tingkah laku, umumnya bus - bus akan enyah jam 15. 00 - 16. 30, namun ada pula bus yang enyah jam 20. 00 dan ini merupakan satu - satunya, dia adalah Bus Damri, kita kudu naik dari Poolnya di Kemayoran tepatnyadi Jalan Angkasa No. 17. Ongkos buat bis kelas patas AC adalah 102 ribu. Nanti sampeyan bakal sampai di Terminal Mendolo Wonosobo sekitar jam 10an. Dari terminal itu kita lanjutkan tinggal landas angkot atau mikrobis yang ke petunjuk RSU Setyonegoro dimana disini adalah teritori ngetemnya bis Mikrobis yang ke Dieng. Ongkos untuk menuju Dieng adalah 10 ribu saja, lapuk perjalanan sekitar 1, 5 jam, tan- khawatir, karena pada waktu perjalanan menuju Dieng, kamu mau disuguhkan dengan uraian indah yang memberi muka mata.

Nah, tersebut kalo kamu bertambah bis, bisa pula kamu naik sarana, namun yang menjadi masalah adalah tidak ada kereta yang langsung ke Wonosobo, jadinya kamu harus berhenti dalam Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo atau siap juga di Terminal Prembun Kebumen, akan tetapi berdasarkan pengalaman aku sebaiknya kamu turun di Stasiun Purwokerto sebab disini bertambah mudah mendapatkan mikrobis dengan tujuan Purwokerto dibandingkan dengan di Kutoarjo atau Prembun. Kereta yang berangkat setelah jam kerja kantoran diantaranya ialah Sawunggalih Malam, Berlawanan Utama Yogya, Berlawanan Utama Solo, dan Progo, kereta ini berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Apabila kamu berangkatnya daripada Stasiun Jakarta Metropolitan ada Kereta Serayu Malam yang enyah jam 21. 00, kereta ini mengarungi jalur selatan jadi akan memakan waktu yang lebih lapuk.

Dari Stasiun Purwokerto kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Purwokerto dengan turun angkot, dari Stasiun Purwokerto lanjutkan naik mikrobis tujuan Wonosobo, nantinya turun di alun - riak Wonosobo, biasanya disana ada mikrobis dengan ke Dieng lalu ngetem.

Nah, hari ini kamu sudah sampai Dieng nih, elok itu naik kereta atau naik bis. Baiknya kamu cari homestay dulu buat leyeh - leyeh sebentar untuk menjatuhkan energi yang telah banyak terbuang di perjalanan. Di Dieng jangan khawatir, besar homestay - homestay yang harganya gak menguras kantong kau. Rata - peras homestay di Dieng itu sekitar 75 ribu hingga 250 ribu per malamnya, dimana harga segitu bisa kamu bagi rata apabila engkau membawa teman, biasanya 1 kamar ini bisa di sharing untuk 3 sosok. Makanya kalo di Dieng minimal berdua biar budget awak bisa lebih rasio kawan.

Comment

Comment:

Tweet